Arsip Ahmadiah al-qadiyan
30 f, 2008 at 8:40 am | In ael - pikiran | 12 CommentsPokok pokok ajaran Ahmadiah al-qadiyan : [Sumber: Diadaptasi dari Mengenal Aliran-Aliran Islam dan Ciri-Ciri Ajarannya] 1.Mengimani dan meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad, laki-laki kelahiran India yang mengaku menjadi nabi, adalah nabinya. 2.Mengimani dan meyakini bahwa "Tadzkirah" yang merupakan kumpulan sajak buatan Mirza Ghulam Ahmad itu adalah kitab sucinya. Mereka menganggap bahwa wahyu adalah yang diturunkan kepada Mirza Ghulam Ahmad. 3.Mengimani dan meyakini bahwa kitab "Tadzkirah" derajatnya sama dengan Alquran. 4.Mengimani dan meyakini bahwa wahyu dan kenabian tidak terputus dengan diutusnya Nabi Muhammad saw. Mereka beranggapan bw risalah kenabian terus belanjut sampai hari kiamat. 5.Mengimani dan meyakini bahwa Rabwah dan Qadian di India adalah tempat suci sebagaimana Mekah dan Madinah. 6.Mengimani dan meyakini bahwa surga itu berada di Qadian dan Rabwah. Mereka menganggap bahwa keduanya sebagai tempat turunnya wahyu. 7.Wanita Ahmadiyah haram menikah dengan laki-laki di luar Ahmadiyah, namun laki-laki Ahmadiyah boleh menikah dengan wanita di luar Ahmadiyah. 8.Haram hukumnya salat bermakmum dengan orang di luar Ahmadiyah. penyimpangan-penyimpangan akidah yang dijadikan pegangan oleh Ahmadiyah adalah : [Dikutib dari kitab Mausu’ah Muyassarah fil Adyan wal Mazahib Al Mu’asirah hal.390.] 1. Meyakini Mirza Ghulam Ahmad adalah almasih yang ditunggu kedatangannya menjelang hari kiamat. 2. Meyakini Nabi Muhammad bukan Nabi akhir zaman bahkan nabi tetap diutus bila diperlukan, dan Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi yang utama dari sekalian nabinabi. 3. Meyakini bahwa Allah Swt., berpuasa, sholat, tidur, jaga, menulis, bisa benar bisa salah, dan melakukan setubuh dengan perempuan. 4. Meyakini bahwa Jibril menurunkan wahyu kepada Mirza Ghulam Ahmad, dan juga ilham, statusnya sama dengan Alquran. 5. Meyakini bahwa tiada yang dikatakan Alquran kecuali yang dibawa oleh Almasih yang ditunggu-tunggu kedatangannya tidak hadits kecuali yang disampaikan oleh Mirza, tidak ada Nabi melainkan di bawah kepemimpinan Mirza. 6. Meyakini bahwa kitab mereka diturunkan oleh Allah namanya Alkitabul Mubin, selain Alquran. 7. Meyakini bahwa mereka penganut agama baru mempunyai ajaran syariat tersendiri, dan teman-teman dari Mirza adalah setara dengan sahabat-sahabat Nabi Muhammad. 8. Meyakini bahwa desa Qadian, adalah seperti madinah Al Munawwarah, dan tanahnya sama seperti tanah Haram. 9. Membatalkan kewajiban jihad dan wajib taat kepada pemerintah Inggris, karena mereka dianggap sebagai “Ulul Amri” seperti di dalam Alquran. 10. Semua muslim menurut mereka adalah kafir hingga mereka mau masuk ke kelompok Ahmadiah Qadian, sebagaimana juga haram menikahi pasangan yang tidak segolongan dengan mereka. Ahmadiyah al-Qadiyan Ahmadiyah al-Qadiyan adalah suatu aliran yang bertendensi Islam yang bernaung di bawah seorang pemimpin yang mengaku menjadi nabi, yang tercetus pertama kali dari negeri India. Dr. Muhammad Iqbal, penyair terkenal dan sedaerah dengan pendiri aliran Ahmadiyah al-Qadiyan, mengatakan, "Qadianisme suatu organisasi yang berusaha untuk menciptakan golongan baru berdasarkan kenabian untuk menyaingi kenabian Muhammad saw." Aliran Ahmadiyah al-Qadiyan didirikan oleh Mirza Ghulam pada tanggal 23 Maret 1889 M di sebuah kota yang bernama Ludhiana di Punjab, India. Pendiri Jemaat Ahmadiyah adalah salah seorang penulis buku yang produktif, yang dilahirkan pada tanggal 15 Februari 1935 M di Qadian, Nejed, India pada akhir kekuasaan pemerintahan Sikh. Pengikut Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan menyejajarkan imamnya yang mengaku sebagai nabi dengan derajat Nabi isa a.s., musa a.s., dan Nabi dawud a.s. Mirza Ghulam Ahmad meninggal pada jam 10.30 tanggal 26 Mei 1908 M akibat teserang penyakit kolera. (Mirza Basyaruddin, Tuhfad Shad Zada, hlm. 34). Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan masuk ke Indonesia pada tahun 1935 M, dan saat ini telah tersebar ke berbagai daerah di wilayah Republik Indonesia, bahkan telah mempunyai sekitar 300 cabang, terutama di Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah, Sumatra Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, NTB, dll. Saat ini Jamaah Ahmadiyah al-Qadiyan berpusat di Parung, Bogor, Jawa Barat, dengan gedung yang megah dan dilengkapi dengan peralatan yang canggih, serta perumahan seluas sekitar 15 hektar yang terletak di pinggir jalan raya Jakarta Bogor lewat Parung. Aliran ini mengakui dirinya bersumber dari: 1. Alquranul Karim. 2. At-Tazkhirah, yaitu sebuah buku yang memuat sajak-sajak buatan Mirza Ghulam Ahmad yang diyakini oleh para pengikutnya sebagai Alquran atau kitab suci yang diterima Mirza Ghulam Ahmad dari Allah SWT. Karena, Mirza ghulam Ahmad mengaku menerima wahyu dari Allah SWT. 3. Hadis Nabi saw. 4. Hadis buatan Mirza Ghulam Ahmad. Kitab hadis ini berisi petunjuk-petunjuk, hokum-hukum, perintah-perintah, dan larangan-larangan, halal, haram, dll. yang semuanya adalah perkatan Mirza Ghulam Ahmad, namun mereka meyakininya sebagai hadis. 5. Petunjuk Huzur, yaitu petunjuk Khalifah Ahmadiyah al-Qadiyan. Jumlah Kibat Suci menurut Ahmadiyah al-Qadiyan Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan meyakini bahwa kitab suci yang Allah turunkan ke dunia kepada para nabi dan rasul-Nya ada lima. 1. Kitab Taurat, diturunkan kepada Nabi Musa. 2. Kitab Zabur, diturunkan kepada Nabi Dawud. 3. Kitab Injil, diturunkan kepada nabi Isa. 4. Kitab Alquran, diturunkan kepada nabi Muhammad saw. 5. Kitab At-Tazkirah, diturunkan kepada Mirza Ghulam Ahmad. Anggapan Ahmadiyah al-Qadiyan ini tentunya menyalahi akidah Islam, yang Allah hanya menurunkan empat buah kitab suci selain suhuf kepada para nabi dan rasul-Nya, yaitu sebagai berikut. 1. Kitab Taurat, diturunkan kepada Nabi Musa a.s. 2. Kitab Zabur, diturunkan kepada Nabi Dawud a.s. 3. Kitab Injil, diturunkan kepada nabi Isa a.s. 4. Kitab Alquran, diturunkan kepada nabi Muhammad saw. Dan, perlu diketahui bahwa kitab At-Tadzkirah yang diyakini oleh Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan sebagai kitab suci itu hanyalah kumpulan sajak-sajak buatan Mirza Ghulam Ahmad yang mencampuradukan dengan ayat-ayat suci Alquran. Mirza Ghulam Ahmad telah membajak sejumlah ayat-ayat Alquran yang kemudian disesuaikan dengan alirannya dan dimasukkan dalam sajak-sajaknya, namun lucunya kumpulan sajak itu dikatakan kitab suci. Jumlah Nabi dan Rasul menurut Ahmadiyah al-Qadiyan Jumlah nabi dan rasul yang wajib diimani dan diyakini oleh aliran ini adalah 26 nabi. Adapun menurut ajaran Islam yang benar, jumlah nabi dan rasul yang wajib diimani adalah sebanyak 25, sebab setelah Nabi Muhammad saw. sudah tidak ada lagi nabi sesudahnya. Beliau adalah penutup para nabi dan rasul. Akan tetapi, aliran Ahmadiyah al-Qadiyan ini meyakini ada satu lagi rasul yang wajib diimani, yaitu Mirza Ghulam Ahmad. Nama-Nama Bulan menurut Ahmadiyah al-Qadiyan Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan membuat nama-nama bulan sendiri yang berbeda dengan nama-nama bulan yang telah ditetapkan oleh Islam. Nama-nama bulan versi Ahmadiyah al-Qadiyan adalah sebagai berikut. 1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4. Shahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa' 8. Dhuhur 9. Tabuk 10. Ikha' 11. Nubuwwah 12. Fattah Adapun nama-nama bulan yang ditetapkan oleh Islam adalah sebagai berikut. 1. Muharram (Muharam) 2. Shafar (Sapar) 3. Rabi'ul Awwal (Rabiulawal) 4. Rabi'ul Akhir (Rabiulakhir) 5. Jumadil Awwal (Jumadilawal) 6. Jumadil Akhir (Jumadilakhir) 7. Rajab (Rajab) 8. Sya'ban (Syaban) 9. Ramadhan (Ramadan) 10. Syawwal (Syawal) 11. Dzulqaidah (Zulkaidah) 12. Dzulhijjah (Zulhijah) Tanah Suci menurut Ahmadiyah al-Qadiyan Jemaat Ahmadiyah al-Qadiyan berkeyakinan bahwa tanah suci dan tempat menunaikan ibadah haji, selain di Mekah (Kakbah), juga di Rabwah dan Qadian India. Mereka meyakini bahwa Qadian di India adalah tempat suci selain Makkah al-mukarramah dan Madinah al-munawarrah, karena menurutnya Allah SWT telah memilih tempat tersebut untuk menurunkan wahyu-wahyu-nya yang diturunkan kepada Mirza Ghulam Ahmad, sebagaimana disebutkan dalam wahyu versi Mirza Ghulam Ahmad, "Sesungguhnya telah kami turunkan kitab suci (Tadzkirah) di Qadian dan dengan kebenaran kami telah menurunkannya dan dengan kebenaran kami telah turunkan." (Haqiqatu al-Wahyu, hlm. 8). Mirza Ghulam Ahmad mengatakan, "Ibadah haji ke Mekah tanpa haji ke Qadian adalah haji yang kering lagi hampa, karena haji ke Mekah sekarang tidak menjalankan misinya dan tidak menjalankan kewajibannya." (Badan Penelitian dan Pengembangan Agama Depag RI, 1985, hlm. 19--20). Kenabian menurut Ahmadiyah al-Qadiyan Ahmadiyah al-Qadiyan meyakini bahwa kebaniab masih terus berlanjut tanpa akhir dan terputus hingga hari kiamat. Ahmadiyah sangat tidak setuju dengan firman Allah SWT yang tercantum di dalam Alquran yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad saw. adalah penutup para nabi dan rasul. Ahmadiyah al-Qadiyan mengartikan lafaz khatam pada surah Al-Ahzab ayat 40 sebagai "cincin", dan bukan "penutup. Maka, arti ayat tersebut menjadi "Namun Muhammad adalh cincin para nabi." Ini adalah arti yang menyimpang dari pemahaman yang benar, ditinjau dari segi apa pun. Ahmadiyah al-Qadiyan Membajak Alquran Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku sebagai nabi yang ke-26 dan mengaku menerima wahyu dari Allah SWT telah memalsukan sejumlah ayat Alquran. Sedikitnya terdapat 339 ayat Alquran yang dipalsukan olehnya. Mirza Ghulam Ahmad memalsukan ayat-ayat tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sajak-sajak buatannya, yang dikatakannya sebagai wahyu yang diturunkan dari Allah kepadanya, para pengikutnya juga tertipu dan meyakininya tanpa mengecek kebenarannya. Pemalsuan yang dilakukannya terhadap beberapa ayat Alquran tidak lain agar orang-orang mempercayainya. Dengan susunan yang sama seperti ayat-ayat Alquran (padahal isinya telah dibelokkan), orang yang masih bodoh dalam agama pasti mempercayainya. Ini adalah taktik pengelabuhan.
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.










uhmmmm…no comment..cuma mo blg makasih dah ngasih info kesalahan ahmadiyah tuh sebenernya dimana,coZ rada penasaran siy knp mpe sgtunya orang menghujat ahmadiyah… n setelah baca,no comment aj dey
Komentar oleh via — 1 f, 2008 #
buset…dah..!klo emang bener nih,apa yg gw baca.. berarti sesat banget tuh Ahmadiyah… musti di bubarin secepatnya… klo ngga bisa bahaya nih umat Islam…! Musti banyak ngaji lagi tuh ahmadiyah.. klo perlu suruh pesantren lagi dah jemaat nya..! rusak nih akidah….!Suruh masuk Gontor ajah deh,,klo ngga masuk Assydiqiyah…!!!!!Rusak nih Islam klo Ahmadiyah masih ada di Indonesia……..!!
FPI dan Ormas Islam se Indonesia…tolong di bersihkan aliran Sesat ini yah…! Hidup FPI…! Hidup Habib Riziq..!! Hidup Munarman…! Berjuang trus,,,
Wassalam
Komentar oleh Mutiara — 9 f, 2008 #
bolot
taw dah sesat
msh di ikuti
skalian pndah agama
jelas tuch murtad
ne
belain ahmadyah
enak gantung diri aj x
Komentar oleh hamba allah — 11 f, 2008 #
Jelas dong
ahmadiah tuch slah
dri kecil kita tw
nabi terahir
It Muhammad SAW
bkan yg lain
mo jd nabi gadungan
neraka
aja ya
SALAH BANGET>>>>>>>>>>
emang sekarang lg bnyk ALIRAN-ALIRAN SESAT
yg mengatasnamakan ISLAM
Kl mmg ajran baru bwt tuch kitab suci sendiri
gk usah NYAPLOK DARI AL QURAN X
Komentar oleh hamba allah — 11 f, 2008 #
assalamu’alaikum …
dr hasil2 sumber yg saya baca,,ad yang mengatakan kl mirza ghu,am itu tdkmengaku drnya nabi,,melainkan hanya menjadi mujadidd,tp disumber yg lain mengatakan kl dia mengaku sbg nabi,,yg bner yg mn ych ?? tp sy ttp mengakui kl aliran ini tdk lyk untuk lebih diperkembangkan…
Komentar oleh mutiara — 12 f, 2008 #
pernah baca sebelumnya mengenai hal ini yang saya tidak habis pikir kok ada yach orang islam yang mau di bodohi tapi mengingat banyak orang yang mengaku islam tapi tidak menjalankan ajaran alqur’an so mungkin aja kan…..tapi klo orang pinter yang katanya kyai seperti contoh gusdur , nah itu tuh yang bikin penasaran wong jelas jelas kok ajaran ahmadiah itu melenceng dari alqur’an tapi masih dibela, jadi kesimpulannya agama mu ya agamamu toh kita akan mempertanggung jawabkan nya kelak…
Komentar oleh endang — 13 f, 2008 #
ini masalah kehidupan
ini masalah keyakinan
ini masalah kepribadian
yang awam ikut berkomentar
yang pintar hanya tersenyum
yang tidak punya sikap ikut ikutan
tekad, ucap dan perbuatan
yang akan menjadi saksi kita
di orang bodoh ada Allah
di orang pintar ada Allah
di orang beragama ada Allah
di ateis ada Allah
diseluruh alam ada Allah
hanya Allah yang tahu dan berhak memutuskan
siapa kafir, siapa murtad, siapa benar, siapa salah
semua sudah jelas !
pakai yang telah menjadi haq yang kamu yakini
dan kupakai yang menjadi haq yang ku yakini
walaupun kita tidak mempunyai haq sedikitpun atas
segala sesuatu yang ada, semua hanya pinjaman semata.
tahukah sebenarnya siapa dirimu?
bagaimana kamu kembali kepadanya?
semua hanya mencari jalan dan cara
bagai mana kita bisa bersyukur dan kembali kepadanya
sejauh mana anda kenal nabi mu dan tahu Tuhan mu?
“man arofa nafsahu faqod arofa robbahu”
Komentar oleh ncep — 4 f, 2008 #
Assalamu’alaikum
Tuk semua, kalau memang kita yakin dengan sesuatu, kan harus ada pegangan. Misalkan kita yakin dengan Islam, ya pegangannya sesuai dengan yang diinginkan oleh Islam. Apakah itu A, atau B, atau malah C, asal sesuai dengan Islam, ya itulah yang dipegang.
hanya Allah yang tahu dan berhak memutuskan
siapa kafir, siapa murtad, siapa benar, siapa salah
semua sudah jelas !
Allah berfirman lewat Al-qur’an, maka kita menjadikan Alqur’an sebagai pegangan, kenapa kita tahu bahwa Allah berfirman lewat Alqur’an?? Ya lewat Rasul-Nya, dan lewat perkataan Rasul-Nya, yaitu Al_Hadits…
Yang lain dari itu tidak boleh menjadi pegangan, kalaupun sejalan, hanya menjadi tambahan, bukan penguat, karena Al-Qur’an dan Al-Hadits tidak perlu ditambahkan dan dikurangi, gigit kuat-kuta dengan rahangmu
Komentar oleh Arif A — 18 f, 2008 #
cuma orang gila n’ bodo aja yg percaya !!!!!!!!!!!
Tolol abis……………
Komentar oleh wiwith — 29 f, 2008 #
Banyak jalan menuju ke roma.
Semuanya menuju ke jalan kebenaran.
BERSATULAH WAHAI MUKMININ
REGARDS
Komentar oleh Akhmad Yani — 11 f, 2008 #
ahmadiah bubarkan segera ………….detik ini juga…jangan sampai ada yang tersisakan .kalau perlu bunuh pengikutnya…!!!!!!!!!!!!!!
Komentar oleh RISYADI — 4 f, 2009 #
Assalamualaikum………
Semua orang bebas untuk memilih jalan mana (agama?aliran) yg dipilh hanya saja semua orang harus meyakinin pilihannya dan siap mempertanggungjawabkan pada Allah di hari akhir nanti .
so mengenai Ahmadiah ….no comment…..
Dan bukan jalan yg bijak kalo harus membunuh pengikutnya bukankah agama yang kita yakini tidak pernah menganjurkan untuk saling membunuh atau menghancurkan………
Komentar oleh justitia — 1 f, 2009 #