The Choosen Generation..
24 f, 2007 at 1:34 pm | In ael - Rohani | Leave a Commentgenerasi pilihan,…
yap2.. kalo diperhatiin,
Joshua Generation tuh generasi kita..
dan kita harus siap2 beranjak dari tempat kita ke Tanah perjanjian yang Tuhan janjiin..
Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu. Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. – Yosua 1:1-3.
caranya?simak ni bae2..
1. Bersiap pindah dari daging (Yosua 1:2)
Sebelum menyeberang, Anda harus bangkit dan bersiap-siap. Bersiap artinya pindah dari Sitim – artinya hidup dalam kedagingan (Yosua 3:1) ke sungai Yordan – artinya hidup di alam roh, yaitu dengan berdoa. Doa mematikan daging kita dan membawa kita masuk ke alam roh. Bangkit dari masalah dan berdoa, berlutut dan cari wajah-Nya!
2. Menyeberang dari alam kedagingan ke alam roh (Yosua 1:2)
Yaitu melalui penyembahan. Kita mengagungkan dan membesarkan Tuhan dengan puji-pujian dan pengagungan yang keluar dari mulut kita. Penyembahan membawa kita masuk ke ruang kudus. Pada waktu Anda mengalami tekanan dan tidak tahu harus berbuat apa, maka ada satu hal yang dapat Anda lakukan yaitu memuji dan menyembah Dia!
Kecenderungan manusia ketika menghadapi masalah adalah bingung, kacau dan mengijinkan semua yang negatif masuk dalam pikiran. Akibatnya perkataan yang keluar juga negatif.
Hukum pengakuan sangat besar kuasanya dalam kerajaan surga. Jika perkataan yang negatif keluar dari mulut kita maka perkataan negatif itu akan menguasai kita dan kita tidak akan melihat titik terang dari Tuhan yang membawa kita keluar dari masalah.
3. Menginjak dengan memperkatakan janji Allah (Yosua 1:8)
Di alam dunia, cara kita menginjak adalah dengan mengangkat kaki lalu menginjak. Di alam roh, menginjak yang dimaksud adalah menginjak ular dan kalajengking. Artinya menginjak setan yang menguasai daerah tersebut. Kita menginjak dengan kuasa pengakuan iman kita, yaitu memperkatakan firman Allah. Pada waktu kita memperkatakan janji Allah dengan hati yang percaya maka kita masuk dalam kesepakatan dengan Tuhan, maka apa pun yang kita minta akan terjadi (Matius 18:19).
4. Kuasa kebangkitan Yesus (Yosua 1:11)
Yosua memerintahkan bangsa Israel untuk menyeberangi sungai Yordan dalam tiga hari. Tiga hari melambangkan kebangkitan. Dalam tiga hari, jika kita bersiap dalam doa, pindah dari alam daging ke alam roh dengan menyembah dan memperkatakan janji Allah, maka kita akan melihat kuasa kebangkitan Yesus. Setelah bertemu dengan kuasa kebangkitan-Nya, kita akan menyeberangi sungai Yordan untuk menduduki Tanah Perjanjian.
5. Menduduki dan tinggal di alam roh (Yosua 1:11)
Menduduki berarti memiliki (menjadi milik kita). Setelah satu kali bertemu dengan kuasa supranatural yaitu kuasa kebangkitan-Nya, tetaplah tinggal di dalam kuasa kebangkitan itu setiap hari. Tetap tinggal dalam kuasa Roh Kudus-Nya! Jangan hanya sekali-kali saja. Tinggallah dalam kuasa urapanNya! Jangan hanya merasakan urapan di persekutuan doa. Hadirat Tuhan dapat dirasakan di mana pun kita berada. Hadirat Tuhan menyertai kita senantiasa, Jangan menjadi Kristen hanya pada hari Sabtu dan Minggu, tetapi hari Senin sampai Jumat berkelakuan seperti setan.
6. Bertemu dengan hadirat Tuhan (Yosua 3:2-4)
Tabut perjanjian Tuhan melambangkan hadirat Tuhan. Setelah bangsa Israel bertemu dengan tabut perjanjian Tuhan, maka Tuhan memerintahkan kepada bangsa Israel untuk menguduskan diri mereka. Tuhan selalu menyatakan hadirat-Nya terlebih dahulu untuk membuat kita menjadi kudus. Tuhan mengijinkan hadirat-Nya turun terlebih dahulu pada kita agar kita dapat bercermin pada diri sendiri karena kemuliaan Allah akan menunjukkan pada diri kita betapa kotornya kita (Yesaya 6:4-5) agar kita bertobat dan diubahkan. Oleh sebab itu, jika Anda ingin berubah maka Anda harus membuat komitmen untuk tinggal di hadirat Tuhan.
7. Menguduskan diri setelah bertemu dengan hadirat Tuhan (Yosua 3:5)
Hadirat Tuhan menelanjangi kekotoran kita agar kita insaf dan bertobat. Kita menguduskan diri setelah bertemu dengan kemuliaan Tuhan, dan kekudusan Allah dipindahkan pada kita. Akibatnya kita akan melihat perbuatan Tuhan yang ajaib.
Jadilah generasi Yosua. Lakukan tujuh langkah tersebut, maka Anda akan menyeberang sungai Yordan untuk memasuki Tanah Perjanjian!
No Comments Yet »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.









